Chuduriah Sahabuddin: Para Pejuang Sulbar Jadi Teladan Kita

Seminar dan Bedah Buku ‘Jejak Dua Lelaki, Membaca Sejarah, Membaca Keteladanan’ yang ditulis oleh Adi Arwan Alimin mendapat sambutan hangat dan dihadiri oleh para pendidik dan guru-guru se kecamatan Tinambung, Kamis (9/11).

Acara yang dihadiri juga oleh salah satu tokoh dari dua Pejuang Sulbar yang menjadi tokoh utama buku menjadi Karya Adi Arwan tersebut, yaitu Syahrir Hamdani, walaupun Ibnu Munzir berhalangan hadir.

Buku ‘Jejak Dua lelaki’ dimana tokoh utama dalam ceritra buku tersebut, mendapat atensi dan perhatian khusus oleh Chuduriah Sahabuddin yang menjadi salah satu narasumber dalam bedah buku tersebut. Menurut Chuduriah, karya ini penting di baca dan disosialisasikan kepada generasi muda dan anak didik kita agar dapat memahami sejarah perjuangan sekaligus keteladanan para tokoh-tokoh pejuang yang ikut berperan dalam mendirikan Sulawesi Barat.

“Penting bagi anak didik kita mengetahui sejarah berdirinya Sulawesi Barat yang dilakukan oleh para perjuangan pejuang kita di Mandar. Terutama dalam buku Karya adinda Adi Arwan Alimin ini sangat menginspirasi kita semua, terutama para guru-guru dan pendidik yang hadir di acara ini, penting agar mensosialisasikan kepada anak didik kita agar mengetahui para pejuang Sulbar yang menjadi teladan bagi kita semua”, jelas Chuduriah.

Chuduriah yang juga merupakan Rektor Universitas Al Asyariah Mandar tersebut juga mengatakan bahwa kesimpulan dari isi buku ini dengan satu kata, yaitu Malaqbiq. Sebuah sinkronisasi antara kata dan perbuatan. Sehingga sifat sifat Malaqbiq itu bukan sekedar kata, tetapi bersesuaian dengan perbuatan, atau mencerminkan sifat sekaligus sikap ‘To Malaqbiq’.

“Inti buku ini adalah bagaimana Keteladanan atau sifat Malaqbiq, dapat ditularkan kepada anak-anak didik kita nantinya hingga ke pelosok desa. Bagaimana Malaqbiq ini diimplementasikan antara kata dan perbuatan itu menjadi sama (sinkron). Sehingga generasi kita tahu, bahwa keteladanan para pejuang Sulbar adalah cerminan sifat sekaligus sikap ‘To Malaqbiq’,” tutup Chuduriah.

Acara yang diselenggarakan di Gedung Assamaturuang UPTD Dinas Pendidikan, Kecamatan Tinambung dihadiri oleh para tokoh masyarakat, pemuda, budayawan dan juga oleh mayoritas para guru dan pendidik se kecamatan Tinambung, Polewali Mandar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *